5 WISATA KUBURAN DI BANDA ACEH

Memang kuburan identik dengan segala yang berbau mistis dan kesan seram. Namun justru dengan mengunjungi kuburan atau berziarah banyak aspek positif yang bisa kita dapat diantaranya, aspek religi, aspek budaya, dan wisata.

Kuburan sebagai objek wisata, menawarkan hal yang penting bagi wisatawan. Mereka bisa meneladani kisah orang-orang terdahulu dan peristiwa yang terjadi. belajar menghormati jasa-jasa mereka, menambah wawasan mengenai sejarah tokoh yang disemayamkan dan juga budaya pemakaman yang ada.

Di Banda Aceh sendiri terdapat banyak komplek pemakaman yang sangat sesuai untuk dijadikan objek wisata kuburan atau wisata ziarah. Dan saya akan merangkumkan 5 wisata kuburan di Banda Aceh untuk anda.

  1. Makam Sultan Iskandar Muda

Makam Sultan Iskandar Muda berada di dalam komplek baperis, kelurahan peuniti, kecamatan baiturrahman, banda Aceh. Ukiran kaligrafi menghiasi sepanjang sisi makam Sultan yang telah membawa Aceh ke masa kejayaan sehingga Aceh menjadi pusat perdagangan dan pembelajaran Islam dunia.

 Makam Sultan Iskandar Muda, Sumber:z4mz4m1(dot)blogspot(dot)com

Makam Sultan Iskandar Muda, Sumber:z4mz4m1(dot)blogspot(dot)com

Makam ini sangat terawat dan bersih. Terdapat tugu yang menceritakan sejarah singkat makam Sultan Iskandar Muda sebagai pahlawan nasional. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ketempat ini selain berziarah dan mengirimkan doa kepada Sultan juga untuk mengenang seorang tokoh besar agama dan pahlawan ini.

  1. Makam Syiah Kuala

Syiah Kuala nama populer dari Syeich Abdurrauf bin Ali Alfansuri, ulama besar yang lahir tahun 1001 Hijriah atau 1591 M ini, memiliki pengaruh hingga semenanjung Asia Tenggara dalam menyebarkan Islam abad 17 Masehi.

 Makam Syiah Kuala, Sumber:http://www(dot)kompasiana(dot)comtaufikuieks

Makam Syiah Kuala, Sumber:http://www(dot)kompasiana(dot)comtaufikuieks

Syiah Kuala dipercaya sebagai Kadhi Malikul Adil Kerajaan Aceh Darussalam selama 59 tahun. Jabatan setara hakim agung itu diembannya masa kepemimpinan empat ratu: Sultanah Safiatuddin Syah (1641-1645 M), Sultanah Naqiatuddin Syah (1675-1678 M), Sultanah Zakiatuddin Syah (1678-1688 M) dan Sultanah Ratu Kamalat Syah (1688-1699 M). Jasanya yang begitu besar dikenal lewat peribahasa “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala.”

Makam Teungku Syiah Kuala yang terletak di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Saban hari selalu ada peziarah datang, sekadar bermunajat atau melepas nazar di makam ini.

  1. Kerkhof

Kerkhof atau lebih dikenal dengan sebutan Kerkhof Peutjut berada di Kawasan Blower tepatnya di belakang Museum Tsunami Aceh dengan luas area 3,25 ha (150mmx200mm).   Nama Kerkhof diambil dari bahasa Belanda yang berarti halaman gereja atau kuburan. Sedangkan Peutjot berasal dari nama salah seorang putera Sultan Iskandar Muda yang dihukum mati oleh ayahnya Sultan Iskandar Muda.

Pintu gerbang Kerkhof

Pintu gerbang Kerkhof

Terdapat 2200 makam serdadu dan empat makam jenderal petinggi Belanda di pemakaman ini yang tewas selama perang melawan pejuang Aceh. Nama-nama mereka terukir di pintu gerbang pemakaman. dengan tahun dan lokasi meninggalnya.

Makam Kerkhof dengan latar museum Tsunami

Makam Kerkhof dengan latar museum Tsunami

Berbagai desain unik kuburan dan testimoni singkat perjalanan hidup para prajurit yang ditulis dalam bahasa belanda menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi Kerkhof

  1. Taman Makan Pahlawan Banda Aceh

Berada di kelurahan Peuniti, kecamatan Baiturahman dengan luas hampir 2 hektar. Terdapat 245 makam yang terdiri dari makam perwira hingga prajurit TNI di pemakaman bagi pahlawan Aceh yang berjasa bagi nusa dan bangsa ini. Dilengkapi dengan plaza yang kerap dijadikan sebagai tempat upacara penghormatan pada Hari Pahlawan.

Taman Makam Pahlawan, sumber: www(dot)tniad(dot)mil(dot)id

Taman Makam Pahlawan, sumber: www(dot)tniad(dot)mil(dot)id

  1. Kuburan Massal Ulee Lheue

Berada di jalan Pocut Baren, Ulee Lheue tepatnya di lokasi kompleks rumah sakit Meuraxa dahulu. Hingga sekarang masih   terlihat sebagian gedung rumah   sakit meuraxa yang sengaja tetap dipertahankan keberadaannya untuk mengenang tsunami di Aceh.

Kuburan Massal Ulelheue, sumber: disbudpar(dot)acehprov(dot)go(dot)id

Kuburan Massal Ulelheue, sumber: disbudpar(dot)acehprov(dot)go(dot)id

Tidak ada nisan di sini, karena sulitnya mengenali korban dan terbatasnya waktu kala itu. Terhitung sekitar 14.246 korban jiwa yang dimakamkan dalam satu liang disini. Sebuah tiang penanda dari besi yang memberitahukan dimana lokasi kuburan untuk orang dewasa dan kuburan anak anak.

Untuk memasuki pemakaman massal ini kita harus melewati pintu gerbang yang terdiri dari lima pintu besi dalam satu rangkaian. Pada masing-masing pintu terdapat petikan arti dari surat Al-Anbiya ayat 35 yang apabila tulisan itu dirangkai akan terbentuk kalimat:

Kuburan Massal Ulee Lheue ramai dikunjungi secara regular oleh para kerabat korban yang merasa bahwa sanak saudara mereka termasuk diantara korban yang dimakamkan di tempat ini.

Itulah 5 komplek pemakaman yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin berwisata religi di Banda Aceh.



About

Ibu dua anak yang suka mencoba hal-hal baru, blogger di www.khairiah.com, fb: hariekhairiah,twitter@hariekhairiah


'5 WISATA KUBURAN DI BANDA ACEH' have 2 comments

  1. August 26, 2015 @ 8:46 am Yudi Randa

    bereeeh

    Reply

  2. August 27, 2015 @ 9:09 pm Khairiah

    Terima Kasih Bang Yudi….

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool