8 Kebiasaan Masyarakat Pidie, Aceh Menyambut Lebaran

8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh

Setiap daerah punya tradisi berbeda-beda sebelum dan sesudah lebaran, karena saya berasal dari Pidie, Aceh, saya akan memberikan informasi mengenai 8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh yang saya ketahui dan dirangkum menurut kemampuan penulis. Silahkan membaca Ezytravelers.

 

  1. Membeli Baju Lebaran

 

Tradisi Menyambut Lebaran

Toko Baju akan dibanjiri masyarakat menjelang lebaran

 

Kebiasaan ini sudah lumrah di dunia islam, mendekati lebaran pusat perbelanjaan menjadi lautan manusia di Aceh, parahnya alih-alih memberikan diskon untuk pemburu baju untuk dipakai di hari raya, para pedagang malah menaikkan harga berkali lipat kalau di masa minus beberapa hari lebaran, makin lambat kita beli baju, makin tinggi harganya. Apalagi kita beli di malam lebaran (H-1) maka siap-siap merogoh kantong lebih dalam.

 

  1. Budee Trieng (meriam bambu) Di Garot

 

Tradisi Menyambut Lebaran

Budee Trieng (meriam bambu) garot Versi Mutakhir dengan daya ledak tinggi

 

Budee Trieng adalah satu daerah yang tradisi mereka tergolong unik di malam lebaran, Garot,  kota kecil di pinggiran Pidie Ini merayakan malam kemenangan dengan menyalakkan Budee Trieng (Meriam Bambu), dulunya meriam bambu, sekarang sudah meriam yang lebih besar mengunakan tiang listrik besi bekas, drum aspal, sampai gorong-gorong semen. Suaranya sangat menggelegar, bisa terdengar sampai radius 20 Km. Acara pembunyian meriam ini berlangsung  hanya satu malam di malam ke dua Lebaran, karena malam pertama khusus untuk takbiran. Ini  8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh  yang paling asli.

 

  1. Rabu Abeh

Satu kebiasaan dari 8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh  yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat Pidie adalah Rabu Abeh kebiasaan ini adalah setiap rabu terakhir sebelum Puasa, orang-orang berwisata ke laut tidak tahu untuk apa, mungkin berwisata terakhir sebelum fokus untuk beribadah dan inilah salah satu keunikan tradisi menyambut lebaran masyarakat Pidie, Aceh.

 

  1. Pawai Takbiran Malam Lebaran

 

Tradisi Menyambut Lebaran

Pawai Mobil Hias malam Lebaran, sanggat dinantikan

 

Merupakan hal yang lumrah jika di setiap daerah terdapat orang Muslim. Disini pawai Takbiran diperlombakan oleh Pemerintah Kabupaten, setiap tahunnya Pemda memberikan jutaan rupiah untuk Mobil Takbiran terbaik dan Peserta takbiran paling meriah. Acara berlangsung setelah Isya sampai tengah malam. Malam Lebaran menjadi malam takbir yang bertalu-talu sampai sepanjang malam.

 

  1. Bersilaturahmi

Setelah melaksanakan shalat Ied dan mendengar petuah dari penceramah, jamaah shalat ied berhamburan keluar pekarangan masjid dan bersalam-salaman. Lalu pulang kerumah dan menunggu tamu, kalau tamunya tidak datang, mereka akan naik kendaraan dan pergi ke rumah mertua, saudara-saudarinya dan handai taulan. Kegiatan dalam rangkaian 8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh ini bahkan berlangsung berhari-hari, sampai semua saudara mereka habis didatangi.

 

Yuk baca juga artikel lainnya: Produk Kekinian Oleh-Oleh Khas Aceh

 

  1. Bocah Bermain Perang-Perangan

 

Tradisi Menyambut Lebaran

Anak-anak bermain tembak-tembakan dengan peluru plastik di jalan raya

 

Lebaran juga ramah bagi anak-anak. Maksudnya anak-anak usia SD-SMP punya kesibukan sendiri di hari lebaran. Mereka akan ke kota dan membeli senjata mainan, serta pelurunya untuk main tembak-tembakan dengan teman-teman atau menunggu lawan yang bersenjata mainan lain yang lewat di jalan raya, baik dengan mobil pick-up, mobil angkutan bahkan yang dengan becak. Mereka menunggu pasukan ‘Militer’ lain di simpang-simpang jalan daerah ‘kekuasaan’ mereka. Perang antar anak-anak ini mungkin terilhami dengan konflik yang terjadi di Aceh beberapa tahun lalu. Ini merupakan yang paling unik dari 8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh.

 

2017 Udah gak jaman jalan-jalan mahal! Cari hotel murah dari sekarang, ambil promo diskon dan temukan tips liburan keren.

 

  1. Meuleumak (tradisi sedekah anak muda yang merantau)

Bagi anak muda, juga ada kebiasaan unik di hari raya, anak muda di sini dikhususkan para pemuda, yang laki-laki saja. Sebagai mana Ezytravelers tahu pemuda Pidie, sebagian sama dengan pemuda di daerah Padang yang wajib merantau. Pulang dari perantauan mereka mengadakan makan-makan di menasah desa, bersama pemuda yang tidak merantau. Kegiatannya biasanya membuat nasi lemak dengan lauk hasil sembelihan seekor kambing.

  1. Ibu-ibu Buat Kue

Bagi ibu-ibu rumah tangga, momen lebaran adalah momen dimana untuk membikin kue kering favorite dan populer untuk dihidangkan untuk tamu di hari yang fitri, sepuluh hari terakhir sebelum lebaran, atau bahkan pertengahan ramadhan di setiap rumah sudah ada satu sak tepung beras, ayakan, mixer , oven dan minyak goreng. Dimana ibu-ibu berkumpul ngerumpi sambil mengulek-ulek adonan. Di hari lebaran setiap rumah yang Ezytravelers bertamu akan tersedia kue kering beraneka macam di dalam toples di atas meja tamu.



About

Saya seorang pemuda tampan dan rupawan, dicintai hewan melata dan tumbuhan, lahir dan besar di Aceh, suka memerhatikan orang Aceh, Bercerita tentang Aceh, Tidur di Aceh.
Sembari belajar menulis, saya juga membaca buku, surat kabar dan bahasa tubuh.
suka menulis sejak SMA dan ingin menjadi penulis profesional


'8 Tradisi Menyambut Lebaran Masyarakat Pidie, Aceh' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool