Gua Sarang, Si Eksotis Dibalik Pegunungan Sabang

Tak lengkap rasanya Sebulan berada di pulau Weh, tanpa tahu banyak destinasi wisata yang ada di Pulau paling barat Indonesia ini. Pada kesempatan kali ini kami melakukan perjalanan ke sebuah tempat wisata yang ada dibalik pegunungan. Letaknya antara laut dan gunung, penasaran kan?

Ceritanya malamnya salah seorang kawan ku di ajak oleh kawannya dari kelompok lain untuk jalan-jalan. Terus dia ngajak kami untuk ikut serta, berhubung lagi tidak ada kegiatan apa-apa, kami pun sepakat untuk mengiyakan ajakannya.

Dari rumah kami berangkat pukul 14.00 wib. Cuaca waktu itu cukup panas dan terasa menyengat, Namun semangat melihat Gua Sarang sudah tak terbendung lagi. Cuaca panas pun tidak menjadi penghalang yang begitu berarti.
Untuk menuju gua sarang, anda harus menempuh rute melewati jalan yang menuju ke Iboih. Begitu sampai di masjid anda akan menemui sebuah jalan. Jika anda perginya dari arah kota maka masjidnya sebelah kiri dan begitu pun sebaliknya. Jika anda tahu jalan menuju Hotel the Pade maka anda juga akan tahu jalan menuju gua sarang.
Hingga terakhir kami pergi pada 2 September 2015 lalu, belum ada papan keterangan atau petunjuk jalan menuju ke sana. Namun karena salah seorang dari tim yang ikut sudah pernah ke sini jadi kami tidak kesasar.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, kami pun tiba di pintu masuk Gua Sarang. Dari pintu ini belum terlihat guanya. Hanya penampakan lautan biru dan rimbunnya pepohonan hutan lindung. Ketika saya katakan pintu, jangan membayangkan bahwa semacam pintu rumah atau pintu pada umumnya. Ini hanyalah pintu sebuah kebun yang belum begitu dibersihkan, lebih mirip semak-semak bisa dibilang.

Ternyata dan ternyata untuk menuju Gua Sarang kami harus jalan kaki lagi, menuruni tebing yang cukup TERJAL. Kami pun bingung, karena dalam rombongan kami ada cewek 3 orang. Bagaimana bisa mereka menuruni tebing dengan hanya berpegangan pada seutas tali?. Ternyata kebingungan kami di endus oleh mereka, dengan sigapnya mereka meyakinkan kami bahwa mereka bisa menuruni tebing. Alhamdulillah.

Perjalanan sesungguhnya pun dimulai. Turunan pertama tidak begitu sulit karena turunannya sudah seperti tangga, yang dibutuhkan hanya ke ekstra hati-hatian saja. sedikit terpeleset maka jurang sudah menanti. Dilanjutkan dengan turunan kedua, di turunan kedua ini kemiringannya sama dengan turunan pertama. Cuma di turunan ini kita harus berpegangan pada seutas tali alami yang berasal dari pohon. Biasanya dalam bahasa Aceh disebut dengan nama uret (e ; apel buah).

Namun kejadian yang tak disangka-sangka terjadi, tali tadi terputus ketika kami sedang enak-enaknya berpegangan disitu. Berkat pertolongan Allah tidak ada yang cedera, hanya jatuh biasa. Dengan semangat yang masih 45 perjalanan kami lanjutkan. Kali ini kami harus berjalan diantara bebatuan yang ada disamping laut. Batunya lumayan besar, seukuran kaki gajahlah. Jadilah kami berjalan perlahan-lahan diantara bebatuan tersebut.

Setelah berlelah-lelah dan bersusah payah, akhirnya yang diimpikan pun sudah didepan mata. Ya, Gua Sarang. Rasa lelah dan letih akhirnya terbayar juga ketika melihat sang Gua dengan burung berterbangan didepannya. Masha Allah luar biasa indahnya. Di dekat gua yang langsung berhadapan dengan laut ini terdapat dua buah pulau ukuran mini. Jadi air laut masuk melalui celah-celah pulau tersebut.

Air lautnya sangat bersih dan memesona. Ketika menatapnya ada suatu rasa ketenangan dan kedamaian yang menyambari hati. Sungguh indah ciptaan-Nya. Sayangnya kami hanya bisa melihat mulut gua dari jarak sekitar lima puluh meter. Untuk bisa melihatnya langsung secara dekat harus menggunakan boat yang disewakan oleh masyarakat setempat atau jika anda tipe orang pemberani, bisa juga langsung nyemplung dan berenang.
Ketika kami tiba, jam menunjukkan pukul tiga lewat beberapa menit. Cuaca masih cukup terik. Untungnya kami bisa berteduh disebuah mulut gua yang cukup adem. Sekitar setengah jam setelah kedatangan kami rombongan lain pun tiba. Jika masih ada waktu dan kesempatan ingin rasanya bisa kembali lagi ke sini dan snorkeling disekitaran mulut gua. Semoga!



About

[] Penikmat Novel [] Muslim Yang Berusaha Taat [] Owner www.kanvasaulia.blogspot.com []


'Gua Sarang, Si Eksotis Dibalik Pegunungan Sabang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool