Gurihnya Sembilang dari Aceh Timur

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Kota Langsa. Kota yang terletak di wilayah timur dari propinsi Aceh ini dulunya berada dalam kawasan Kabupaten Aceh Timur, namun pada tahun 2001 yang lalu, wilayah ini resmi memekarkan diri dan berubah status menjadi Kota Langsa.

Dari segi posisi, wilayah Kota Langsa ini berada tidak jauh dari propinsi Sumatera Utara. Dengan jarak tempuh yang hanya 2 jam saja dari Kota Medan, menjadikan Kota Langsa begitu lekat dengan gaya-gaya modernisasi khas Medan. Bahasa Indonesia penduduknyapun begitu kental dengan istilah-istilah yang biasa digunakan di Kota Medan.

Untuk penggunaan bahasa lokal/ bahasa daerah, warga kota Langsa mayoritas mahir berbahasa Aceh. Walau jarak tempuh dari Kota Banda Aceh membutuhkan waktu perjalanan darat sekitar 8 jam, wilayah ini memiliki kaitan yang erat dengan kawasan Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari kuliner yang banyak dijajakan di Kota Langsa yang masih serumpun dengan kawasan Banda Aceh dan sekitarnya.

Lalu makanan apa yang menjadi primadona di Kota Langsa?

Jawabannya adalah tumeh engkot seumilang atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Tumis Ikan Sembilang. Menurut salah satu warga asli kota Langsa, masakan ini sudah eksis sejak berpuluh tahun yang lalu dan menjadikannya salah satu tujuan utama bagi para wisatawan yang mengunjungi kota Langsa. Tak lengkap rasanya mengunjungi Kota Langsa tanpa mencicipi Tumis Ikan Sembilang ini.

Tumis Ikan Sembilang

Tumis Ikan Sembilang

Salah satu warung makan favorit untuk menyantap ikan seumilang ini adalah di warung Umi yang terletak di Jalan Pelabuhan Kuala Langsa. Kawasan ini dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Pusat Kota Langsa atau tepatnya berada di kilometer 6 jalan menuju Kuala Langsa.

Ikan Sembilang di salah satu warung makan di Langsa

Ikan Sembilang di salah satu warung makan di Langsa

Bumbu-bumbu yang digunakan pada masakan ini antara lain: cabe, jintan manis, kemiri, ketumbar, jahe, kunyit, bawang putih, bawang merah, kelapa ginseng, santan, daun jeruk purut dan bumbu pelengkap lainnya. Cara pembuatannya, pertama-tama semua bumbu digiling, kemudian serai, cengkeh, daun kari dan kapulaga di tumis. Lalu campurkan bumbu yang sudah digiling tadi dan masak hingga matang, setelah itu baru dimasukkan ikan sembilang yang sudah dipotong-potong sesuai selera. Selanjutnay dimasak hingga ikan menjadi matang dan siap untuk dihidangkan.

Warung Umi di Kuala Langsa

Warung Umi di Kuala Langsa

Menurut pemilik warung Umi ini, selain kualitas bumbu yang digunakan harus baik, faktor kesegaran dari ikan sembilang ini juga mempengaruhi tekstur dan rasa dari hidangannya. Biasanya pemilik warung membeli dan menyimpan ikan dalam keadaaan hidup, dan baru diambil ketika hendak dimasak. Hal inilah yang menjadikan warung Umi ini selalu dipadati oleh pengunjung terutama pada saat jam makan siang.

View dari dalam warung Umi di Kuala Langsa

View dari dalam warung Umi di Kuala Langsa

Untuk harga perporsinya anda cukup membayar sebanyak 15 ribu rupiah saja, cukup murah bukan? Jadi jika anda berkesempatan mengunjungi kota Langsa, pastikan anda mencoba menu yang satu ini. Dan ingat, usahakan datang lebih awal sebelum jam 1 siang,kalau anda tidak ingin kehabisan.



About

tunis23.wordpress.com | half time Worker | full time traveler


'Gurihnya Sembilang dari Aceh Timur' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool