Meulaboh Kota Tauhid Tasawuf - Sumber diliputnewsdotcom

Karena Hal Ini Aceh Barat Patut di Kunjungi

Meulaboh, salah satu kota terbesar di Aceh dan pesisi barat Aceh memiliki sejuta pesona. Sejak dulu, Meulaboh dikenal sebagai tanah pejuang kemerdekaan dan surganya wisata pantai yang indah. Kota Meulaboh sendiri termasuk kota yang begitu dekat dengan pantai. Wajar saja, saat tsunami melanda Aceh, Meulaboh termasuk salah satu daerah yang dikhawatirkan menerima imbas besar dari bencana tersebut. Namun tampaknya, anggapan tersebut tidak selamanya benar. Meulaboh tetap berdiri kokoh selayaknya daerah yang tak tersentuh bencana besar.

Mengunjungi suatu daerah, tentu saja kita ingin tahu lebih banyak mengenai kehebatan daerah tersebut. Begitu juga ketika Anda mengunjungi Meulaboh. Sebagai gambaran saja, Meulaboh adalah ibu kota Kabupaten Aceh Barat. Sebelum pemekaran, Aceh Barat merupakan salah satu kabupaten yang begitu luas. Pemekaran dilakukan dengan melahirkan dua kebupaten baru, yaitu Aceh Jaya dan Nagan Raya.

Apakah Meulaboh cocok sebagai tujuan wisata?

Jejak Teuku Umar dan Cut Nyak Dien

Tentu Anda mengenal dua tokoh pahlawan nasional ini, Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Suami istri pejuang kemerdekaan yang berasal dari Meulaboh. Teuku Umar sendiri dijuluki Johan Pahlawan, yang kemudian nama tersebut menjadi salah satu kecamatan di kota Meulaboh. Tidak berhenti sampai di penamaan kecamatan, nama Teuku Umar diabadikan sebagai salah satu kampus besar di wilayah barat selatan, Universitas Teuku Umar. Kampus ini baru saja diresmikan sebagai kampus negeri. Kampus yang terletak di Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo ini semakin hari semakin dibenah untuk menjadi salah satu kampus terkemuka. Jejak Teuku Umar yang lain adalah makam Teuku Umar yang terletak di Desa Meugo, Kecamatan Kaway XII. Dan untuk mengenang Teuku Umar, di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan telah didirikan momumen berbentuk kopiah yang sering dipakai Teuku Umar yang mengisyaratkan tempat Teuku Umar ditembak Belanda dan wafat di sana sebelum dilarikan ke Meugo.

Kisah istri Teuku Umar, Cut Nyak Dien memang cukup tragis. Masyarakat Aceh tidak bisa mengunjungi makamnya karena terletak di Sumedang, Jawa Barat. Cut Nyak Dien sendiri dijadikan tahanan perang oleh Belanda dan wafat di Jawa Barat. Namun, Meulaboh tidak melupakan Cut Nyak Dien. Untuk mengenang pahlawan yang telah meneruskan perjuangan istri Teuku Umar ini didirikan sebuah rumah sakit atas nama dirinya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dien, di pusat kota Meulaboh. Rumah sakit ini termasuk salah satu rumah sakit terbesar di wilayah barat selatan.

Teuku Umar dan Cut Nyak Dien

Teuku Umar dan Cut Nyak Dien – Sumber: Wikipedia[dot]org

RSUD Cut Nyak Dien

RSUD Cut Nyak Dien – Sumber: rri[dot]co[dot]id

Universitas Teuku Umar

Universitas Teuku Umar – Sumber: hoteldekatkampus[dot]com

Saksi Bisu Tsunami

Pilu tsunami memang perih jika diingat. Bagi kami masyarakat Meulaboh, musibah ini tak lain sebagai penguat iman dan melatih kesabaran. Tsunami memang telah meluluhlantakkan seluruh jiwa dan harta benda. Pada masa awal tsunami, media massa memberitakan kondisi Meulaboh sebagai salah satu daerah yang cukup parah kerusakannya.

Benarkah demikian? Tentu saja tidak semua benar. Contoh nyata bisa Anda lihat di pusat Kota Meulaboh, di Jalan Teuku Umar, menuju Pelabuhan Ujung Karang, masih tampak kokoh beberapa bangunan sisa tsunami. Hal ini jelas sekali memperlihatkan bahwa Meulaboh tidak semunya hancur pada masa itu, begitu dekatnya dengan pantai namun masih terdapat sisa bangunan yang sebagian masih bisa ditempati.

Tsunami tidak membuat luka. Lihatlah pembangunan di Meulaboh. Pusat kota semakin padat. Warung kopi buka siang malam dengan fasilitas internet gratis. Pasar rakyat dibangun lebih besar dibandingkan sebelum tsunami. Swalayan bahkan minimarket telah berdiri lebih banyak dibandingkan kebutuhan masyarakat pada umumnya. Tidak hanya itu, para nelayan yang dulunya memang melaut, sekarang juga melaut yang menandakan bahwa tsunami tidak membuat mereka trauma. Belajar tegar, sabar dan lupa akan musibah, Meulaboh bisa menjadi alternatif untuk tujuan wisata itu.

Simpang Pelor - Bai Ruindra

Simpang Pelor – Bai Ruindra

Meulaboh dari Menara Telkom - Photo by Dicky Juanda

Meulaboh dari Menara Telkom – Photo by Dicky Juanda

Ujung Karang - Photo by Dicky Juanda

Ujung Karang – Photo by Dicky Juanda

Kota Tauhid dan Tasawuf

Aceh adalah Syariat Islam. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan dari Aceh. Secara keseluruhan, Aceh memang menerapkan Syariat Islam. Di Meulaboh sendiri, Syariat Islam menjadi lebih terasa karena slogan Kota Tauhid dan Tasawuf. Julukan ini diberikan oleh penguasa Aceh Barat untuk membuat Meulaboh berbeda dengan kota lain. Salah satu contoh Meulaboh adalah daerah pertama yang membagi-bagikan rok untuk kaum perempuan.

Pembagian rok yang dilakukan oleh polisi syariat Islam sempat menjadi sorotan namun WH (Wilayatul Hisbah) wilayah Aceh Barat termasuk salah satu polisi syariat yang aktif dalam melaksanakan aksi mereka.

Jejak Masjid Kubah Orange

Jika di Jawa Barat terdapat Masjid Kubah Emas, di Meulaboh terdapat Masjid Kubah Orange atau Masjid Baitul Makmur. Masjid yang dirancang oleh Alwin Abdullah didirikan di tanah seluas 5,2 hektar dengan luas bangunan 3500 persegi. Masjid yang masuk ke dalam kecamatan Johan Pahlawan ini bisa menampung jamaah sampai 7000 orang. Masjid Agung termasuk salah satu masjid terindah di Indonesia pada tahun 2008. Gerbang utama Masjid Agung seperti monumen Arch de Triomphe yang terletak di pusat kota Perancis, Paris.

Masjid Kubah Orange menampakkan sifat religius dari Kota Meulaboh. Perpaduan gaya modern dengan Timur Tengah membuat bangunan ini enggan dilupakan begitu saja. Melewati bagian barat Aceh, rasanya memang harus mampir sejenak di masjid ini dan merasakan kehangatan dan ketenangan yang dipancarkan dari sana.

Masjid Agung - Bai Ruindra

Masjid Agung – Bai Ruindra

Gerbang Masjid Agung - Bai Ruindra

Gerbang Masjid Agung – Bai Ruindra

Daging Kering

Daging kerbau kering menjadi salah satu kuliner khas di Aceh Barat selama bulan Ramadhan. Sebagian orang memang membeli daging khusus untuk dikeringkan seperti mengeringkan ikan asin. Daging kerbau kering ini kemudian jadi santapan khusus menu sahur. Bahkan, ada pula yang masih menyimpan daging kerbau kering ini sampai sehabis puasa, lalu menggoreng kembali sebagai menu sarapan.

Daging Kering - Bai Ruindra

Daging Kering – Bai Ruindra

Sudah siapkah mengunjungi Aceh Barat?



About

Pemimpi|www.bairuindra.com|@bairuindra


'Karena Hal Ini Aceh Barat Patut di Kunjungi' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool