Kembali Dari Aceh? Jangan Lupa 5 Cemilan Khas Aceh Ini Untuk Dijadikan Oleh-oleh

Berkunjung ke suatu daerah, rasanya tidak afdhal jika tidak menyempatkan diri membeli kuliner khas daerah tersebut untuk dibawa pulang atau dijadikan oleh-oleh. Begitu juga jika berkunjung ke Aceh. Nah, ketika liburan sudah berakhir dan anda harus segera meninggalkan Aceh, jangan lupa 5 makanan ini untuk dibawa pulang atau dijadikan oleh-oleh bagi keluarga, kerabat dan teman-teman anda.

  1. Bhoi

Kue Bhoi adalah kue bolu tradisional khas Aceh. Bolu khas Aceh ini memiliki tekstur luar kering dan bagian dalam yang lembut. Manis rasanya namun tidak berlebihan. Nah, Kue Bhoi juga sering dijadikan teman minum kopi. Teksturnya yang lembut membuat kue bhoi enak disantap bersama ​secangkir kopi​ hangat. Coba celupkan kue bhoi dalam kopi panas​ sebelum disantap. ​Maka t​ekstur kue pun berubah menjadi l​embut ​saat masuk ke mulut.

kue bhoi

Kue Bhoi (Wikipedia)

Bentuk yang bervariasi tentu menjadi daya tarik tersendiri dari kue bhoi. Ada yang menyerupai ikan, bunga, bintang, binatang, dan loyang. Kue ini bisa tahan disimpan hingga berbulan-bulan walaupun tanpa ​bahan​ pengawet. Kue bhoi ini mempunyai harga yang sangat relatif murah, satu kemasan berkisar dengan harga Rp 5.000 – Rp 10.000. Anda bisa membelinya di pasar-pasar tradisional dan di toko khusus yang menjual oleh-oleh Aceh. Ada juga gerai khusus yang menjual penganan tradisional tersebut seperti di daerah Lampisang, Aceh Besar. Sangat mudah ditemukan karena kedai-kedai ini berjejer di sepanjang jalan mengarah ke kawasan wisata Lampuuk Aceh Besar.

  1. Timphan

Kue Timphan ini adalah sejenis makanan ringan atau cemilan. Timphan menjadi hidangan yang tersedia saat hari raya baik hari raya Idul fitri maupun Idul Adha. Namun untuk menikmati penganan kecil ini tidak perlu menunggu hari lebaran apalagi mesti jauh-jauh pergi ke Aceh. Timphan juga sering ditemui pada acara-acara lain seperti jamuan pesta, arisan, wirid, maupun jamuan penting lain yang diadakan masyarakat. Kue ini pun juga menjadi salah satu temannya kopi. Jadi anda juga bisa menemukan timphan di warung-warung kopi di Aceh. Daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminggu.

Timphan

Timphan – Foto : Zenvri[dot]co

Timphan yang merupakan makanan lunak dibalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah Timphan rasa srikaya. Rata-rata teman yang datang ke Aceh sering menanyakan dimana bisa mendapatkan timphan. Belum lagi jika orang Aceh berkunjung ke daerah orang. Umumnya mereka akan mengatakan “mau dong kapan-kapan dibawakan timphan”. Selain srikaya, juga ada juga timphan yang berisi kelapa, srikaya yang dimodifikasi dengan campuran durian. Juga ada timphan dengan campuran ubi ungu. Meski isinya bervariasi, namun rasa timphan tetaplah sama, lezat. Timphan adalah kudapan yang disukai semua kalangan.

  1. Keukarah

Keukarah atau yang akrab ditelinga dengan nama kue karah adalah sejenis penganan yang cukup populer dikalangan masyarakat Aceh terbuat dari tepung beras. Sekilas tampilan kue karah yang terlihat awut-awutan, membuat kue ini mirip bongkhan bihun kering. Juga banyak yang mengatakan seperti sarang burung.  Masyarakat Aceh menjadikan kue ini juga sebagai bagian dari adat dan upacara-upacara tradisional, khususnya di Aceh Barat. Keukarah ini memang awalnya berkembang di daerah pesisir barat Aceh. Namun, kue ini juga dikenal akrab oleh masyarakat di beberapa kabupaten lainnya di Aceh.

Kue Karah

Kue Karah – Foto : Seputaraceh[dot]com

Keukarah banyak ditemukan di pusat-pusat jajanan oleh-oleh di Banda Aceh dan Desa Lampisang, Aceh Besar. Kue keukarah pun bisa disimpan dalam waktu lama, mencapai satu bulanan. Akan tetapi, meskipun bisa disimpan dalam waktu lama, kue ini jarang berlama-lama menempati toples. Karena rasanya yang renyah, manis, garing, rapuh dan cocok untuk dimakan dalam suasana apapun, bisa jadi ini merupakan alasan mengapa toples keukarah di rumah pun cepat kosong. Dari dulu hingga saat ini pembuatan kue ini menjadi salah satu usaha atau pekerjaan yang dilakoni beberapa wanita aceh. Walaupun saat ini tidak terlalu menjamur seperti dahulu kala. Kue ini pun juga menjadi salah satu kudapan yang nikmat untuk disantap bersama secangkir teh atau kopi.

  1. Adee

Kue tradisional aceh ini dibuat dengan bahan dasar telur bebek yang dicampur dengan santan serta bahan-bahan tambahan lainnya yang bisa dengan mudah didapatkan. Mempunyai tekstur yang lembut membuat kue ini juga cocok dijadikan cemilan saat santai bersama keluarga dan sahabat. Kue ini mempunyai rasa manis yang berasal dari gula asli, berpadu dengan tekstur kue yang lembut, lunak serta aroma bawang goreng yang menggugah selera. Biasanya, permukaan kue yang berwarna coklat agak kehitaman itu lebih enak. Kue adee ini bisa disebut kue bingkangnya Aceh.

Kue Adee

Kue Adee – Foto : Travelmatekamu[dot]com

Hanya Rp 17.000 anda sudah dapat membawa pulang kue adee untuk ukuran kecil. Awalnya bermula di kawasan kabupaten Pidie Jaya, tetapi sekarang anda bisa menemukannya di Kabupaten dan Kota-kota di Aceh bagian lainnya. Kue Adee bisa menjadi teman setia menyeruput segelas kopi atau teh. Juga bisa menjadi hidangan istimewa untuk menjamu tamu. Tentu saja kue adee cocok untuk dijadikan oleh-oleh untuk teman dan kerabat anda.

  1. Dodol

Siapa sih yang tidak tahu dodol? Makanan yang mempunyai rasa dominan manis ini sudah terkenal seantero Indonesia. Aceh pun juga memiliki penganan ini. Dodol rasa Durian, kelapa, nenas dan banyak lainnya. Memiliki warna hitam pekat, kenyal dan tak kalah nikmat dengan dodol-dodol dari daerah lain. Di Aceh, dodol juga menjadi makanan yang kerap hadir dalam acara-acara adat, seperti resepsi pernikahan.

Dodol yang telah dipotong-potong

Dodol yang telah dipotong-potong – Foto : Makanankhasaceh[dot]com

Secara umum dodol Aceh mempunyai rasa manis dan rasa santan kelapa. Santan kelapa merupakan bahan baku utama yang dimasak hingga 6 jam sehingga didapatkan patinya. Selama proses memasak, dodol harus terus diaduk agar santannya merata. Dodol ini nantinya dibungkus dan sekilas bungkusannya menyerupai bungkusan gula jawa. Tidak sulit menemukan dodol aceh. Tersedia di gerai-gerai yang menjual oleh-oleh, juga tersedia di Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh yang satu dengan Kabupaten Aceh lainnya.

Umumnya, kelima makanan diatas dapat disantap sembari menikmati secangkir kopi atau teh. Nah tunggu apalagi?Pastikan anda tidak lupa untuk membeli makanan tersebut untuk diberikan kepada keluarga, teman dan orang-orang tersayang lainnya.



About

Dental student, Aviation Enthusiast, Plane Addict, Sky Lover, Flashpacker, Amateur Designer and Typographer, Nocturnal.


'Kembali Dari Aceh? Jangan Lupa 5 Cemilan Khas Aceh Ini Untuk Dijadikan Oleh-oleh' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool