Gunung Geurutee

Melihat Indahnya Pesona Alam Aceh Jaya dari Puncak Gunung Geurutee

Alhamdullilah kita sudah memasuki hari kedua bulan Ramadan. Lebaran tinggal menghitung hari. Dan mudik pun menjadi hal yang paling dinanti.

Berbicara soal mudik, saya dan keluarga biasa melakukan perjalanan darat saja, pakai motor atau mobil rental atau cukup naik minibis L300 saja. Jika ditanya lebih seru mana, saya akan menjawab lebih seru naik kendaraan pribadi tentunya. Mudik menggunakan kendaraan pribadi membuat kita lebih leluasa, terutama jika kita ingin singgah sebentar di tempat-tempat tertentu.

Satu hal yang jarang kami lewatkan ketika kami mudik atau balik dari kampung halaman di Aceh Selatan adalah singgah sebentar di Gunung Geurutee dan  memandang indahnya panorama alam Aceh Jaya dari tepi jalan nasional di puncak Gunung Geurutee. Itu kami lakukan jika hanya melakukan perjalanan mudik atau balik dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik motor atau mobil sewaan. Tetapi jika mudiknya menggunakan minibis jenis L300, biasanya sangat jarang  ada minibus mau berhenti di gunung Geurutee karena pengaruh jadwal keberangkatan minibus. Umumnya minibus dari Banda Aceh ke wilayah Selatan berangkat pada malam hari. Ya, jarak antara Banda Aceh ke bagian selatannya Aceh memang lumayan jauh, sekitar 10 jam perjalanan. Jadi perjalanan malam dianggap lebih nyaman karena penumpang bisa tidur  dalam bis dan sampai di kampung di pagi harinya.

Gunung Geurutee

Gunung Geurutee terletak antara perbatasan Aceh Jaya (dulu bagian dari Aceh Barat) dan Aceh Besar. Gunung ini bukan hanya menjadi pemisah wilayah Aceh Besar dan sekitarnya dengan wilayah barat Aceh, ini sekaligus menjadi pemisah dua adat dan kultur yang berbeda. Ya, meskipun namanya provinsi Aceh, tetapi Aceh memiliki ragam suku. Jika penduduk asli Banda Aceh dan Aceh besar  umumnya adalah mereka dengan latar belakang suku Aceh, maka suku di wilayah barat dan selatan lebih beragam. Bahkan suku Aceh-nya Aceh Barat-Selatan saja berbeda dengan suku Aceh-nya Aceh Besar dalam beberapa hal. Rumit, ya.

Gunung Geurutee

Tetapi mari kita lupakan sejenak kerumitan tersebut. Lihatlah betapa cantiknya ciptaaan Tuhan untuk bumi Aceh Jaya. Kita bisa melihat keindahan tersebut secara gratis. Cukup berhenti saja di perjalanan yang melewati Gunung Geurutee ini. Jangan khawatir tidak ada tempat yang akan disinggahi. Di pinggiran jalan, terdapat beberapa warung sederhana yang menjual aneka minuman (termasuk kopi) dan makanan ringan. Ruas jalan di Gunung Geurutee memang agak sempit dan terjal karena jalan tersebut adalah jalan lama, bukan jalan baru yang dibangun setelah tsunami yang mana jalanannya lebih lebar. Karena jalan ini berada di atas gunung, jadi otomatis tidak terkena tsunami sebagaimana wilayah Aceh Barat dan Aceh Jaya yang mengitari kaki Gunung Geurutee. Salah satu sisi jalan berbatasan langsung dengan gunung dan sisi satunya lagi adalah jurang yang terjal yang menjadi kaki Gunung Geurute dan langsung menjorok ke laut.

Beristirahat sejenak di Gunung Geurutee sambil menyeruput secangkir kopi, kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Warung sederhana di puncak Geurutee ini memang sengaja dibuat untuk mereka yang datang menyaksikan pemandangan daratan di bawah sana dari puncak gunung. Duduk di warung tersebut seperti duduk di atas awan.  Di bawah sana akan terlihat indah pulau sangat kecil bernama pulau Kluang. Pulau tersebut tak berpenghuni. Terlihat juga garis pantai dengan ombak laut yang tenang dan laut yang berwarna biru kehijauan. Bergerak dari tepi pantai, akan terlihat deretan pohon pinus sebagaimana umumnya pantai-pantai di Aceh. Masih dari puncak gunung Geurutee, kita bisa melihat beberapa rumah penduduk warga Lamno, Aceh Jaya. Konon, di daerah Lamno terdapat beberapa gadis Aceh bermata biru yang merupakan keturunan Portugis.

Gunung Geurutee

Maka jika kamu berencana datang ke Aceh, jangan lupa sempatkan ke Gunung Geurutee, ya. Kamu tidak harus pergi ke Aceh Jaya untuk bisa ke Gunung ini. Sekadar singgah saja lalu balik lagi ke Banda Aceh, juga tidak masalah. Hanya 1,5–2  jam saja dari Banda Aceh menuju Gunung Geurutee.



About

An ordinary woman | A Lifestyle Blogger | Working Mom | Books enthusiast | Love to read and write | Owner of www.fardelynhacky.com |


'Melihat Indahnya Pesona Alam Aceh Jaya dari Puncak Gunung Geurutee' have 3 comments

  1. June 19, 2015 @ 8:35 pm Bai Ruindra

    Dan, pemandangan itu selalu buat rindu. Kalau dalam perjalanan dari Meulaboh ke Banda Aceh, atau sebaliknya, jika dengan motor, wajib mampir dan foto-foto di sana 🙂

    Reply

    • June 19, 2015 @ 8:40 pm Fardelyn Hacky

      Iya Bai, kami juga begitu kalau naik kendaraan pribadi. mesti mapir di sini. Cuma lihat-lihat aja 😀

      Reply

  2. June 20, 2015 @ 12:07 am Nurhasanah

    Sanah berencana ke sana, tetapi belum kesampaian. Huhu… Btw, selamat untuk postingan perdananya, Kak. SIp, dah. ^^d

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool