Menara Masjid Raya Landmark Aceh

Menara Masjid Raya Baiturrahman sebagai Landmark Aceh

Daya tarik Aceh paling utama terletak pada kotanya, yakni Masjid Raya Baiturrahman yang berdiri megah di sana. Mesjid Raya Baiturrahman tidak hanya menjadi tempat peribadahan, namun juga merupakan objek wisata religi yang memiliki banyak sekali sisi keindahan. Arsitektur bangunannya artistik, ornamennya, serta kontruksi bangunan yang kokoh sebagai bukti bahwa Masjid ini pantas menjadi objek pertama yang patut dikunjungi saat seseorang ke Aceh. Dengan tujuh kubah dan empat menara, Masjid Raya Baiturrahman begitu memesona. Ditambah lagi satu menara utama. Menara utama Masjid Raya merupakan salah satu Landmark Aceh yang juga dikenal dengan sebutan Tugu Modal.

Mau tahu Tips-Tips berkunjung ke Aceh? Ayuk dibaca!: 5 tips mengunjungi tempat wisata di Aceh

 

Menara Masjid Raya Landmark Aceh

Ornamen Masjid Raya

Menara utama mesjid Raya dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Ibrahim Hasan. Menara yang diresmikan pada tahun 1993 ini merupakan menara yang paling tinggi di Kota Banda Aceh. Menara utama terletak di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman. Dari pelataran masjid, kita hamburkan pandangan ke depan. Terdapat kolam air pancuran bergaya kesultanan Turki Usmani pada halaman Masjid Raya Baiturrahman yang sangat luas. Posisi menara sejajar dengan kolam pancuran air. Keberadaan kolam ini menghadirkan keindahan tersendiri. Menyaksikan bayangan Menara Masjid Raya dalam kolam air ini, menjadi sensasi keindahan yang luar biasa.

Menara Masjid Raya Landmark Aceh

Menara Masjid Raya

Masih lekat di ingatan. Dulu, saat masih kecil, saya sering sekali diajak ke Masjid ini oleh orang tua. Seusai shalat, kami menggelar alas duduk di rerumputan, dengan membawa sedikit bekalan, kami menghabiskan sepanjang sore di sisi menara Masjid Raya ini. Dahulu, Landmark Aceh yang satu ini dibuka untuk umum. Siapa pun berkesempatan untuk naik ke pucak menara, guna menyaksikan keindahan pusat Kota Banda Aceh dari ketinggian.

Pemandangan (landscape) Kota Banda Aceh dapat terlihat jelas saat kita berada di puncak menara utama Masjid Raya. Kita dapat melihat hingar-bingar kota, aktivitas transportasi yang padat, pertokoan yang berjejar rapi, liuk landai sungai Krueng Daroy yang mengular di tengah-tengah kota, bahkan pesisir pantai juga terlihat begitu indah dari sana. Dari puncak Menara Masjid Raya, kita dapat menyaksikan segala arah pandang tanpa terhalang apa pun.

Menara Masjid Raya Landmark Aceh

Menara Masjid Raya dilihat dari dalam Masjid

Aksesnya tidak terlalu mahal, waktu itu. Harga relative rendah agar dapat dinikmati oleh barbagai kalangan. Cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 500,- (barangkali setara dengan Rp. 5.000, sekarang) kita akan menaiki Menara Masjid Raya dengan menggunakan lift. Hanya dalam hitungan menit, kita sudah sampai di puncak menara. Banyak sekali muda-mudi yang antusias menikmati sensasi menaiki puncak Menara Masjid Raya ini. Selain itu, bagi yang tidak nyaman menggunakan lift, juga terdapat tangga untuk naik ke puncak menara. Saya tidak ingat pasti berapa jumlah anak tangganya, yang jelas banyak sekali.

Dahulu keberadaan gawai (gadget) tidak seperti saat ini. Belum ada smartphone yang dapat digunakan untuk selfie maupun berfoto bersama. Bahkan foto digital pun terbilang jarang. Jika ingin mengabadikan gambar, kita dapat menggunakan jasa tukang foto. Beberapa jepretan, kemudian akan diberi faktur agar mengunjungi studio foto mereka, guna mengambil gambar. Serumit itu, namun banyak juga yang menggunakannya.

Bagi saya, menara Masjid Raya tidak hanya sebagai ikon wisata kota, Landmark Aceh, namun juga menjadi ‘mercusuar’. Dahulu, saat tersesat dalam keramaian kota yang begitu padat, saya lekas menengadahkan mata ke atas, guna menemukan Menara Masjid Raya. Mudah sekali untuk menemukan jalan pulang dengan memastikan arah Masjid Raya. Dahulu, bangunan apa pun, tidak ada yang lebih tinggi dari Menara Masjid Raya ini.

Menara Masjid Raya Landmark Aceh

Menara Masjid Raya

Namun demikian, setelah gempa dahsyat berkekuatan 9,5 SR mengguncang Aceh pada 26 Desember 2004, yang mengakibatkan musibah Tsunami Aceh pada waktu itu, menara ini sudah ditutup untuk umum. Kondisinya sudah tidak lagi sekokoh dulu. Ada beberapa titik terjadi keretakan, sebagian alas lantainya juga terkelupas. Dikabarkan bahwa kondisinya juga sudah agak miring beberapa derajat, tidak setegak sebelumnya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka Landmark Aceh yang satu ini tidak dibolehkan lagi untuk dinaiki.

Saat ini, dengan adanya proyek perluasan Masjid Raya, sempat berhembus kabar tentang wacana merobohkan menara ini, karena dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan pengunjung. Namun demikian, pihak penanggung jawab proyek perluasan Masjid Raya telah meneliti dengan seksama, memberi proteksi, mereka memastikan menara Masjid Raya ini masih aman, cukup kokoh dan tidak perlu dirobohkan.

Mau jalan-jalan ke Aceh? Temukan berbagai pilihannya di sini: Tiket Pesawat Jakarta Aceh, Booking Hotel Murah dan Paket Wisata Indonesia

Mengingat kondisinya yang telah tidak setegak dulu, serta keretakan pada dinding dan lantai, kita tidak menutup diri dari kemungkinan menara ini akan dirobohkan, pada akhirnya. Meski bukan sekarang, barangkali nanti, beberapa tahun ke depan. Ini semata-mata untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung dan para pelaku ibadah. Jika pun dirobohkan, tentunya akan dibangun menara utama lainnya sebagai pengganti, yang lebih tinggi. Selain sebagai Landmark Aceh, tempat wisata, kelak juga dapat digunakan untuk rukyatu hilal. Demikian, sempat terdengar kabar.



About

Muslimah. Gemar membaca dan menulis. Pegiat di Forum Lingkar Pena dan Gaminong Blogger. Kontributor beberapa media. Berkicau di @ainiazizbm, IG @ainiazizbeumeutuwah. Kunjungi saya di https://www.ainiaziz.com/


'Menara Masjid Raya Baiturrahman sebagai Landmark Aceh' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool