Puncak Geurutee Aceh Jaya

Menikmati Indahnya Pemandangan dari Puncak Geurutee Aceh Jaya

Bagi pemudik arah barat-selatan. Geurute pasti menjadi tempat peristirahatan yang wajib untuk disinggahi. Ketenarannya kalau diwaktu mudik bisa mengalahkan pos ketupat. Dari Banda Aceh dibutuhkan waktu lebih kurang satu jam empat puluh lima menit untuk bisa sampai ke sini.

Setelah tsunami, jalannya juga sudah sangat bagus. Aspal hitam dengan lebar yang muat untuk dua mobil. Namun jika berkendara pada musim penghujan harus hati-hati karena rawan terjadi longsor. Dijalanan ini juga tidak disarankan untuk ngebut karena medan jalan yang berkelok-kelok.

Di beberapa titik kita bisa melihat monyet-monyet yang bermain di pinggir jalan, menunggu para pengendara berbaik hati melemparkan pisang. Para monyet ini terlihat lucu dan menggemaskan. Jauh dari kesan liar seperti monyet pada umumnya. Jika anda bergerak dari Banda Aceh, maka sebelah kanan anda adalah laut dan jurang. Sedangkan sebelah kiri adalah tebing pegunungan.

Monyet di Puncak Geurutee Aceh Jaya

Geurute terletak di kabupaten Aceh Jaya, Lamno. Selain terkenal dengan warga mata biru keturunan portugis, lamno juga terkenal dengan puncak Geurute. Sesampainya di puncak Geurute, deretan warung-warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman akan siap menyambut kedatangan anda.
Geurute adalah nama sebuah gunung. Di mana pada puncaknya terdapat warung-warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Ada kelapa muda, teh hangat dan dingin serta berbagai macam makanan seperti mie dan lain sebagainya.

Puncak Geurutee Aceh Jaya

Warung-warung ini tidak langsung berdiri diatas tanah. Namun di topang oleh kayu-kayu super kuat dengan ketinggian puluhan meter. Jadi kalau mampir ke warung ini, anda sebetulnya sedang berada diatas jurang yang kedalamannya puluhan meter. Rasakan sensasinya yang luar biasa, apalagi bagi anda yang takut ketinggian.
Entah karena posisi Geurutee sendiri langsung berbatasan dengan kabupaten Aceh Besar. Saya sering menganggap kawasan ini masih bagian dari Aceh Besar. Sehingga beberapa kali saya khusus bertandang ke sini tanpa suatu keperluan. Hanya untuk bersantai. Padahal jarak dari rumah ke Geurutee lumayan jauh.

Dari dalam warung, anda bisa melihat pulau-pulau kecil dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Mungkin sekitaran 1,5 kilometer. Bentuknya yang hijau, ditambah pasir putih membuat pulau-pulau ini terlihat eksotis. Melihat pulau-pulau tersebut rasanya ingin menyebrang ke sana menggunakan perahu untuk sekedar mandi atau berkemah.

Mie instan disini juga terkenal maknyus. Rasa kuahnya membuat air liur seakan ingin menetes. Ditambah lagi dengan dinginnya cuaca disini. Rasanya ingin tiap hari makan mie disini. Masalah harga cukup terjangkau. Seporsi hanya delapan ribu perak.
Terkadang beberapa ekor monyet akan mendatangi meja anda. Monyet-monyet ini sudah cukup jinak, anda bisa bebas berinteraksi dengan mereka. Namun jangan lupa siapkan makanan untuk membuat mereka betah.

Monyet di Puncak Geurutee Aceh Jaya
Saya sendiri merasa sedikit takut, ketika monyet-monyet ini mampir ke meja kami. Namun tidak dengan pengunjung lain yang mungkin sudah sedikit terbiasa. Dengan santai mereka memberikan makanan-makanan ringan untuk monyet-monyet ini.

Didepan warung terdapat sebuah tangga menuju ke atas sebuah bukit. Dari atas sini kita bisa melihat deretan warung dengan atapnya yang sudah berkarat. Geurute, puncaknya sungguh mempesona. Membuat jiwa-jiwa yang pernah singgah untuk kembali lagi menyambanginya.



About

[] Penikmat Novel [] Muslim Yang Berusaha Taat [] Owner www.kanvasaulia.blogspot.com []


'Menikmati Indahnya Pemandangan dari Puncak Geurutee Aceh Jaya' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool