Serunya Lebaran Pertama Pengantin Baru Aceh

Menjelang Ramadhan tahun ini, lini masa sosial media saya dimeriahkan oleh foto beberapa teman yang baru saja usai menjalani proses ijab kabul. Pasangan pengantin yang baru menikah, dengan senyum sumringah, berfoto di masjid. Entah kapan mulainya, tapi di Aceh, masjid umumnya menjadi pilihan tempat melangsungkan pernikahan. Dua masjid yang paling populer jadi pilihan untuk kalangan muda di Banda Aceh adalah Masjid Raya Baiturrahman, masjid tua nan legendaris. Dan Masjid Agung Al Makmur Lampriet yang lebih dikenal dengan nama Masjid Oman, masjid yang dianggap sebagai official Masjidnya kota Banda Aceh.

Nah, apakah sekarang saya akan ngobrolin mengenai masjid? Jawabannya adalah tidak. Fokus kita yaitu para pengantin baru itu, dan pengalaman menarik yang biasanya dialami oleh pasangan pengantin baru di Aceh saat bulan Ramadhan dan Lebaran Pertama mereka.

Dalam adat pernikahan di Aceh, setelah menikah, pasangan pengantin baru itu akan menetap di rumah keluarga pihak perempuan. Hal yang banyak tidak lagi diketahui atau bahkan sudah mulai ditinggalkan di kota-kota adalah budaya ‘hidang’. Saya menghabiskan waktu cukup lama untuk mencari dan pada akhirnya menemukan bahwa kebiasaan ini meskipun unik tidak memiliki nama khusus. Sambil bercanda saya pernah mengatakan ke istri, hidang bu lam talam. Artinya kurang lebih menghidangkan nasi (dan lauk pauk) dengan nampan. Istilah talam dalam bahasa Aceh memang merujuk pada nampan. Tapi kebiasaan membuat yang disebut talam itu adalah nampan bulat ‘retro’ yang sampai sekarang masih diproduksi dan bisa ditemukan dengan mudah di toko perlengkapan dapur.

Nampan atau talam klasik yang masih digunakan di Aceh sampai saat ini. Dan bisa ditemukan dengan mudah, di toko perlengkapan dapur.

Selama beberapa waktu, pasangan pengantin tidak dibenarkan makan bersama anggota keluarga yang lain. Boleh saja bersama dalam satu ruangan, atau mau terpisah di ruangan lain pun bisa. Tapi pengantin baru bersantap berdua dengan hidangan yang disajikan khusus dan dimuat di atas talam. Kalau pengalaman saya pribadi, hidangan dalam talam ini sering jadi alasan saya dipelototi oleh adik-adik ipar. Ada porsi khusus buat saya dan istri. Semisal ketika ibu mertua membuat eungkot sure masam keueung. Gulai ikan tongkol asam pedas khas Aceh. Bagian kepala yang merupakan incaran, hanya ada dua karena ikan tongkol yang digunakan adalah ikan tongkol besar dan kepalanya dibelah dua, dibagikan satu untuk ayah mertua dan satu untuk saya. Kebetulan saya menantu pertama di keluarga istri.

Talam juga digunakan saat prosesi pernikahan, untuk membawa barang hantaran dari mempelai pria ke mempelai wanita. Yang menjadi sumber istilah asoe talam, isi talam, sebutan bahasa Aceh untuk hantaran. Ketika acara Intat Linto, acara menghantar mempelai pria ke kediaman mempelai wanita, perkara talam ini juga menjadi hal yang lucu. Tidak dibahas secara terbuka, tapi sudah menjadi rahasia bagi kalangan rombongan pengantar mempelai pria, terutama bagi yang mendapat tugas sebagai pembawa talam berisi hantaran. Hal lucu itu adalah strategi untuk mencari dan jangan sampai mendapat talam yang paling berat. Biasanya itu talam yang berisi dodoi atau meusekat. Beratnya bisa sampai 9-12 kg, bahkan lebih. Bayangkan kalau harus berdiri sambil mengangkat talam itu selama 30 menit.

Hantaran pada prosesi pernikahan Aceh. Bagi mereka yang kebagian tugas mengangkat hantaran, bisa mendapat yang paling ringan adalah kegembiraan.

Saat lebaran pertama kalinya bagi pasangan pengantin, ada satu adat dalam budaya Aceh yang wajib dilakukan. Berkunjung ke keluarga besar dari kedua belah pihak. Seperti Keluarga kandung ayah dan ibu dari kedua pengantin baru. Bahkan bila kerabat yang ingin dikunjungi itu tinggal diluar kota. Selama jaraknya masih masuk akal ditempuh, wajib dikunjungi, atau alamat akan mendapat teguran keras. Dan jelas itu bukan pilihan bijak.

Sekarang ini bawaan yang wajib dibawa sudah lebih modern. Sudah boleh berupa kue kaleng, yang entah mengapa lebih disukai bila berupa biskuit khong guan yang legendaris itu. Tapi dulu, dan di beberapa daerah, masih mengikuti adat. Bawaan yang wajib dibawa adalah; Meusekat, penganan manis berbahan dasar tepung, dan gula. Keukarah, kue tradisional seperti sarang burung. Bungong Kayee, kue berbentuk seperti pohon dengan bunganya dan berwarna putih dengan hiasan merah dan hijau, serta bhoi, bolu tradisional dan biasanya berbentuk ikan.

Meusekat. Selain soal bobotnya yang lumayan berat. Penganan sangat manis ini adalah perpaduan antara keahlian memasak dan ukiran.

Demi kemudahan, perjalanan berkunjung itu ternyata harus direncanakan dengan matang. Urutan siapa yang dikunjungi terlebih dahulu, dipadu dengan pengetahuan sosial tentang hubungan antara kerabat-kerabat itu. Karena bukan tak mungkin ada yang ‘tersinggung’ bila kunjungan untuknya dilangkahi ke kerabat lain, atau mungkin soal siapa yang lebih tua. Ditambah lagi dengan manajemen waktu, yang harus dipersiapkan dengan menghitung jarak tempuh. Bahkan sampai mempelajari aturan dalam bersikap, hingga tema yang harus dihindari, supaya tidak terjebak dalam obrolan panjang padahal masih banyak kerabat yang harus dikunjungi.

Bayangkan juga betapa penuh perjuangannya kalau ternyata keluarganya adalah keluarga besar. Bersyukurlah bagi yang punya mobil. Kalau tidak, maka bisa dipastikan harus bolak balik karena tak sopan kalau membawa ‘hadiah’ itu sekaligus banyak ketika bertamu ke tempat kerabat. Repot? Jelas. Tapi sepadan. Karena kerabat yang dikunjungi punya kewajiban untuk memberikan ‘uang saku’. Lelahnya jadi terbayar, saat berharga untuk memperkenalkan diri, mempelajari hubungan antara kerabat, dan tentu saja mejadi kenangan indah untuk diceritakan nanti.



About

Full time stay at home father, part time blogger-writer-graphic designer, and sometime traveler wanna be.


'Serunya Lebaran Pertama Pengantin Baru Aceh' have 3 comments

  1. June 23, 2024 @ 2:30 pm Yudi Randa

    hmmm dulu harus bawa bolu di lebaran pertama sebanyak jumlah rumah kunjungan whwhwhwhw

    Reply

  2. June 24, 2024 @ 12:37 pm Mardhiah

    Mantap….. dan Seru….. Mengenang masa indah itu ….:)

    Reply

  3. June 24, 2024 @ 3:41 pm imah

    Moment ini saat lebaran yg sangat horor bagi pair jomblo ketika ke rumah saudara

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool