gua di aceh

Seumancang, Gua di Aceh Barat Daya dan Nilai Historis yang Dimilikinya

Berbicara tentang gua pasti yang terbayang adalah kondisinya yang lembab dan bagian dalamnya yang gelap. Maklum saja, gua adalah lubang alami di tanah atau di batuan yang cukup besar dan dalam. Terkadang, beragam cerita mistis dan penuh misteri pun ikut mengikuti keadaan gua yang dalam bahasa sansekerta disebut guha.

Apalagi kalau gua itu terletak di dalam hutan dan penuh dengan semak belukar. Cerita-cerita gaib pun seputar keadaan gua akan kita dengar dari masyarakat sekitar. Seperti Gua Seumancang, salah satu gua di Aceh yang ada di Aceh Barat Daya.

Gua di Aceh Barat Daya yang bermana Gua Seumancang ini terletak di Desa Babahlung Kemukiman Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie. Jarak gua ini lebih kurang 3,24 km dari kota kabupaten. Letak gua ini memang agak jauh dari pemukiman warga sehingga jarang dimasuki oleh masyarakat sekitar. Tidak mengherankan jika gua ini dianggap penuh misteri.

Awalnya saya tidak tahu kalau di Aceh Barat Daya ini memiliki gua. Tetapi setelah diceritakan oleh seorang teman tentang sejarah Abdya, ternyata kabupaten yang beribukotakan Blangpidie ini memiliki beberapa gua seperti Gua Batak dan Gua Seumancang.

Hari itu, ketika jalan-jalan ke objek wisata Ie Dikila Blangpidie atau yang lebih dikenal dengan irigasi, teman saya, Dodo mengatakan bahwa tidak jauh dari irigasi inilah Gua Seumancang berada. Saya sedikit terkejut mendengar pengakuan teman saya itu. Soalnya baru kali itulah saya mengetahui kalau di Abdya juga memiliki gua lain selain Gua Batak. Dan terkejut lagi karena ternyata letak Gua Seumancang ini tidak jauh dari tempat nongkrong  saya ketika akhir pecan tiba.

gua di aceh

Gua Seumncang terletak tidak jauh dari objek wisata Ie dikila (sumber: acehnews.com)

“Tapi enggak ada orang yang datang ke sana. Katanya ada harimau gitu. Agak-agak seram.” Tambah Dodo. Bukannya takut, saya malah tambah penasaran dengan gua di Aceh Barat Daya itu.

Sambil menikmati rujak Aceh di sana, ia menceritakan bahwa dulu disana hidup manusia purba zaman mesolitikum. Kemudian, pada masa Kerajaan Aceh, di sana juga sering dijadikan sebagai tempat untuk sulok oleh para ulama untuk menghindari hiruk pikuk dunia dan semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

gua di Aceh

Tidak jauh dari irigasi Mata Ie Kuta Tinggi terdapat Gua Seumancang

Penasaran dengan cerita teman saya tersebut, saya kemudian mengambil smarthphone dan mencoba mencarinya lewat Google. Sayangnya informasi tentang Gua Semancang sangat terbatas. Syukurnya ada sebuah publikasi tentang penilitian arkeologis terhadap Gua Seumancang.

Ternyata apa yang disampaikan oleh teman saya tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Pasalnya, keadaan gua tersebut sangat lembab dan tidak tembus cahaya matahari sehingga tidak bisa dijadikan sebagai tempat tinggal. Biasanya, gua yang dihuni oleh manusia purba kondisinya tidak begitu lembab, tembus sinar matahari, dan dekat dengan sumber makanan serta air.

Meskipun demikian, tetap saja ada hal yang menarik dari gua di Aceh Barat Daya ini jika ditinjau dari sisi historisnya. Pada kompleks Gua Seumancang ini terdapat dua buah ceruk dan sebuah gua, yang dikenal dengan sebutan Cot Mancang. Gua ini mengarah ke arah barat dan memiliki ketinggian 3 meter dengan diameter 3,5 meter ini memiliki dua ruangan. Salah satu ruang pada gua itu terdapat makam yang sangat panjang yaitu sekitar 4 meter, lebar 1,3 meter, dan tinggi 30 cm. Makam tersebut adalah milik Tengku di Kandih atau Hasanuddin, salah seorang pengawal Kerajaan Aceh.

gua di aceh

Gua Seumancang (sumber foto: pemkababdya.go.id)

Pada ruangan lain di gua tersebut terdapat permukaan lantai yang relatif datar dengan sirkulasi udara yang cukup dan cahaya matahari bisa masuk ke dalam. Di sinilah Tengku di Kandih melakukan kegiatan. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa di sanalah pengawal kerajaan tersebut mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selain makam, di sana juga terdapat batu-batu yang dipercaya pernah digunakan sebagai alas shalat dan untuk meletakkan Al Quran. Demikian juga dengan tulisan yang menggunakan huruf Arab pada sebagian dinding gua. Melalui peninggalan tersebut masyarakat sekitar meyakini bahwa adanya aktivitas yang berkaitan dengan Islam di gua tersebut.

Karena letak gua yang sedikit jauh dari pemukiman warga, stalaktit dan stalakmit disana masih sangat indah dan jauh dari tangan jahil manusia.

Itu dia salah satu gua di Aceh Barat Daya. Mau Kesana? yuk segera pesan tiket dan temukan berbagai pilihannya di sini: Paket wisata murah, Pesan hotel murah, dan Tiket pesawat Jakarta aceh


About

Liza Fathiariani, blogger, traveler, and medical doctor. Author of www.liza-fathia.com and contributor of helloacehku.com


'Seumancang, Gua di Aceh Barat Daya dan Nilai Historis yang Dimilikinya' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool