Tiga Pusat Edukasi Kebencanaan di Aceh

Peristiwa Gempa dan Tsunami  yang melanda Aceh pada satu dekade silam, menyebabkan Aceh semakin dikenal, tidak hanya dikancah nasional, tetapi juga di kancah internasional. Sehubungan dengan hal ini, di Aceh pun telah dibangun beberapa bangunan edukasi mengenai kebencanaan. Terdapat tiga pusat edukasi mengenai kebencanaan yang sangat dikenal oleh masyarakat Aceh setempat. Salah satunya yaitu Gedung TDMRC (Tsunami and Disarter Mitigation Research Center).

Media

Petunjuk Penggunaan Bangunan TDMRC

TDMRC  merupakan pusat riset kebencanaan yang berada di bawah lembaga penelitian Unsyiah. Gedung ini terletak di Jl. Tgk Abdul Rahman, Gp. Pie, (jalan Ulee Lheue ke Peukan Bada) Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Bangunan yang juga dapat berfungsi sebagai escape building ini, diresmikan pada 28 Juli 2008 oleh Muhammad Nazar, yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam. Keberadaan TDMRC bertujuan untuk meneliti, mengumpulkan dan menyediakan data terbaik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebencanaan. Hal ini tentu  sangat bermanfaat untuk meningkatkan sumber daya riset kebencanaan yang berkualitas.

TDMRC

Gedung TDMRC yang berdiri kokoh

Pada awal April 2011, TDMRC telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Aceh dalam hal penyusunan Peta Resiko Bencana Aceh (Aceh Disaster Risk Map). Di tahun tersebut, TDMRC juga telah menyelesaikan analisis awal penyusunan peta resiko bencana Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Barat dan disosialisasikan melalui workshop pada bulan Oktober di tahun yang sama.

Dalam rangka membangun budaya yang sadar terhadap bencana, TDMRC juga membuat modul-modul pelatihan yang diharapkan dapat menjadi panduan dalam usaha meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal kebencanaan, seperti Modul pelatihan Manajemen Bencana, dan Modul Pelatihan Sistem Peringatan Dini Tsunami. Modul-modul tersebut diperuntukkan bagi kelompok masyarakat, kelompok pemuda, dan kelompok pendidikan yang membutuhkan pengetahuan dasar mengenai manajemen bencana di Indonesia. Selain itu, TDMRC juga telah berkolaborasi dengan para peneliti dan lembaga riset lainnya dalam riset-riset kebencanaan.

Adapun pusat pembelajaran yang ke dua adalah Prodi Magister Ilmu Kebencanaan yang dibuka oleh Universitas Syiah Kuala, merupakan dua Prodi Ilmu Kebencanaan yang berada di Indonesia, selain yang berada di Universitas Gajah Mada. Prodi Magister ini, berada di Hyogo Perfecture Building Universitas Syiah Kuala, Jl. Hamzah Fansuri No.3, Darussalam, Banda Aceh. Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini, telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Tinggi melalui surat bernomor 1550/D/T/2010 pada tanggal 27 Desember 2010. Program studi ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan tinggi dalam manajemen bencana, sehingga dapat mengurangi angka kebencanaan di Aceh untuk ke depannya.

images

Gedung Prodi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala [sumber foto: mik.unsyiah.ac.id ]

Setelah beberapa tahun berjalan, Prodi Magister Ilmu Kebencanaan ini pun telah banyak menghasilkan produk-produk penelitian yang sangat bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat. Produk-produk penelitian tersebut pun telah disosialisasikan kepada sekolah-sekolah yang ada di kota Banda Aceh pada tanggal 30 April 2015 yang silam. Selain itu, Prodi Magister Ilmu Kebencanaan juga telah menciptakan banyak media pembelajaran seperti teka-teki silang badai, teka-teki silang banjir, ular tangga gempa bumi, ular tangga kebakaran, permainan papan siaga bencana, dan lain-lainnya.

Map

Peta Pengukuran Wilayah Rentan Tsunami yang terpajang di Prodi MIK

Adapun pusat pembelajaran tentang kebencanaan, khususnya bencana Gempa dan Tsunami adalah Museum Tsunami. Museum Tsunami ini terletak di jalan Iskandar Muda, Banda Aceh. Museum ini dibangun dalam rangka mengenang para bencana dasyat dan para korban yang telah pergi, serta sebagai sarana pembelajaran mengenai sejarah. Pada akhir pekan, museum ini merupakan tempat pariwisata yang paling sering dipenuhi oleh pengunjung lokal, luar kota, dan bahkan wisatawan asing  Arsitek yang merancang Museum Tsunami ini adalah Ridwan Kamil, yang kini telah menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Jawa Barat.

Ruang Sumur doa

Ruang Sumur Doa yang ‘ berisi kumpulan nama korban Bencana Tsunami

Media

Monitor yang menampilkan berbagai dokumentasi mengenai bencana Gempa dan Tsunami

Jika dilihat dari bawah, museum tersebut terlihat menyerupai kapal. Tentu hal ini mengingatkan kita akan alat transportasi laut yang dapat menjadi penyelamat ketika bencana Tsunami datang. Museum Tsunami sendiri terdiri dari empat lantai dan mempunyai beberapa ruangan. Adapun beberapa ruangan yang terdapat di Museum ini adalah ruang penitipan tas, ruang pamer dan replika, ruang kenangan yang sering disebut ruang sumur doa, ruang audio visual, ruang simulasi, perpustakaan, dan ruang gallery.

MS

Bagian depan Museum Tsunami



About

The alumna of English Department Unsyiah, teacher, volunteer, dreamer, the owner of nurhasanahdalimunthe.wordpress.com and @inunchan.


'Tiga Pusat Edukasi Kebencanaan di Aceh' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloAcehku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool